Bumi Agung, 1 Oktober 2026
Way Kanan Kamis, 1 Oktober 2026 – Pagi itu halaman SMKN 1 Bumi Agung Way Kanan dipenuhi barisan peserta didik berseragam rapi. Bendera Merah Putih berkibar di tiang utama, dan suasana khidmat terasa sejak pasukan upacara memasuki lapangan. Seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik dari semua tingkatan kelas, berkumpul untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di lapangan upacara Sekolah dengan penuh tertib dan semangat..
Upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Petugas upacara, yang terdiri atas peserta didik pilihan dari OSIS, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Setelah pembina upacara tiba di lapangan dan pasukan dilaporkan siap, acara berlanjut dengan penghormatan kepada pembina upacara, menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta, pembacaan Ikrar, pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu Nasional Garuda Pancasila dan ditutup dengan amanat dari Pembina Upacara, serta Do’a. Lagu Mengheningkan Cipta dengan Khidmat diperdengarkan secara serentak oleh seluruh peserta upacara. Banyak peserta didik tampak bersungguh-sungguh mengikuti jalannyupacara, menandakan bahwa nilai kebangsaan dan cinta akan tanah air dan Bangsa terus ditanamkan di lingkungan sekolah. Setelah itu, perwakilan peserta didik membacakan teks Pancasila, disusul pembacaan ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Ikrar tersebut menegaskan tekad bersama untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Mengenang Sejarah, Memaknai Hari Kesaktian Pancasila Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh peserta didik mengingat kembali latar belakang peringatan ini. Hari Kesaktian Pancasila berawal dari peristiwa G 30 S-PKI 1965, ketika Putra – putra terbaik Bangsa Indonesia yaitu enam jenderal dan sejumlah perwira militer lainnya ditahan dan kemudian dibunuh oleh aliran Atheis ( aliran yang tidak mengenal adanya Tuhan ) dan tergabung kedalam Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa upaya melemahkan Pancasila pernah terjadi di Bangsa ini, dan bahwa persatuan bangsa harus dijaga dengan penuh kewaspadaan. Dengan adanya peristiwa tersebut, maka tanggal 1 Oktober di tetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan disahkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 1967. Pembina upacara menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Kita memperingati hari ini bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?, dan mengajak para siswa untuk menulis sejarah yang baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Bangsa” ujarnya.
Pancasila dalam Keseharian Peserta Didik Pembina upacara menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan lewat hal-hal sederhana di lingkungan sekolah: • Sila pertama: saling menghormati perbedaan agama dan keyakinan teman, serta tekun menjalankan ibadah baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. • Sila kedua: bersikap adil dan beradab, tidak melakukan perundungan, dan peduli pada sesama. • Sila ketiga: menjaga persatuan, mencintai tanah air, dan bangga dengan menjadi bagian dari bangsa Indonesia. • Sila keempat: selalu menyelesaikan masalah lewat musyawarah dengan bijak dan menghargai pendapat orang lain. • Sila kelima: berlaku adil, rajin bergotong royong, dan tidak membeda-bedakan sesama teman. Doa dan Penutupan Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh petugas. Doa tersebut memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan, persatuan, dan keselamatan, serta agar Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Upacara kemudian ditutup dengan penghormatan kepada pembina upacara dan pembubaran pasukan dengan tertib. . Harapan ke Depan Kepala sekolah yang diwakili oleh Pembina Upacara menyampaikan harapan agar peringatan ini menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat karakter peserta didik. “Pancasila adalah perekat bangsa. Di tengah keberagaman yang kita miliki, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pegangan agar kita tetap bersatu dan saling menghargai,” tuturnya. Dengan terlaksananya peringatan ini, SMKN 1 Bumi Agung Way Kanan berharap seluruh warga sekolah terus meneguhkan komitmen mengamalkan Pancasila, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, demi mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.